Di televisi, ada iklan yang menarik perhatian saya. Iklan tersebut adalah sebuah iklan pasta gigi. Di dalam iklan itu, ada dua anak kecil, cowok dan cewek kakak beradik yang saling memperdebatkan antara mana yang lebih hebat antara kekuatan ilmiah dan kekuatan alami. Mereka saling mempertahankan pendiriannya hingga bertarung layaknya Neo dan Agent Smith dalam film Matrix. Tiba-tiba pertarungan tersebut berakhir dengan kedatangan ibu mereka yang mengajak untuk menyikat gigi. Kemudian, setelah selesai menyikat gigi, mereka mengamini satu hal bahwa kekuatan hebat yang ilmiah dan alami ada dalam pasta gigi tersebut.
Secara visual, iklan tersebut saya pikir cukup bagus. Namun, saya tidak sreg dengan pertentangan yang ditampilkan; pertentangan antara kekuatan ilmiah dan kekuatan alami. Ditinjau dari makna katanya, ‘ilmiah’ berarti segala hal yang bersifat atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan (science) atau pengetahuan (knowledge). Sedangkan ‘alami’ berarti segala hal yang bersifat atau berhubungan dengan alam (nature). ‘Ilmu pengetahuan’ dan ‘alam’ jelas merupakan dua hal yang berbeda secara substantif dan keduanya sama sekali tidak memiliki relasi oposisional. Kata ‘panjang’ dan ‘pendek’ memiliki relasi oposisional, sama seperti ‘besar’ dan ‘kecil’. Sedangkan ‘ilmiah’ dan ‘alami’ sama sekali tak dapat dipertentangkan. Kalau ingin menunjukkan pertentangan, seharusnya ‘ilmiah’ dipertentangkan dengan ‘non ilmiah’ dan ‘alami’ dengan ‘buatan’. Kedua kata tersebut lebih memiliki relasi komplementer daripada oposisional.
Iklan tadi sebenarnya ingin menunjukkan bahwa pasta gigi yang dimaksud mengandung suatu zat alami yang diolah secara ilmiah dan menolak bahwa segala hal yang bersifat ilmiah selalu bersifat arfisial atau buatan. Tim kreatif iklan tersebut layak dipuji karena ingin membuka kesempitan berpikir kebanyakan orang. Sama seperti menolak pandangan sempit bahwa produk makanan yang mengandung zat kimia adalah selalu berbahaya. Padahal semua elemen penyusun produk makanan adalah bahan kimia yang bisa bersumber dari alam ataupun buatan. Kembali ke hal semula, mereka seharusnya tidak mempertentangkan antara ‘ilmiah’ dan ‘alami’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar