05 Juni 2009

Benarkah Kau Mencintaiku Apa Adanya?

Ada yang pernah liat iklan TV Pond’s Age Miracle yang versi dance? Apa yang muncul di benak Anda? Biasa saja? Atau ada sesuatu yang lain? Saya sendiri merasa ada sesuatu yang lain. Saya tersentuh dengan iklan tersebut. Begini ceritanya....
Alkisah, ada sepasang suami istri yang hendak merayakan hari Valentine dengan menghadiri acara yang bertajuk Valentine’s Dance. Sang suami adalah seorang pria yang tidak bisa berdansa sejak muda. Dia tidak pernah belajar dansa dan tidak pernah bersedia untuk diajak dansa oleh istrinya sejak mereka masih remaja (mungkin waktu mereka masih pacaran), bahkan sang suami masih menolak ajakan dansa sang istri pada pesta pernikahan mereka. Sang istri akhirnya memahami dan menerima sifat dan sikap sang suami tentang masalah dansa tersebut. Nah...pada saat Valentine’s Dance tersebut, sang istri terkejut karena sang suami tiba2 mengajaknya untuk berdansa. Tentu saja sang istri merasa bahagia bukan main. Ternyata, sang suami mulai belajar dansa tanpa sepengetahuan sang istri untuk memberi kejutan nantinya. Dalam iklan tersebut, Pond’s Age Miracle dihadirkan sebagai faktor utama pembawa perubahan sikap sang suami dengan cara ‘menyulap’ wajah sang istri menjadi tampak lebih muda dan segar.
Bukan Pond’s Age Miracle yang akan saya bahas, melainkan dinamika hubungan suami istri tersebut. Saya tersentuh dengan perjalanan sifat dan sikap pasangan tersebut. Jika dicermati lebih mendalam, kita pasti menemukan gejolak perasaan yang terjadi di keduanya. Sang istri tentu saja mengalami kekecewaan terhadap sang suami berkaitan dengan kapabilitas dan kemauannya tentang dansa, betapapun kecilnya perasaan itu. Sang suami, mungkin menganggap masalah dansa adalah permasalahan remeh-temeh yang gak terlalu penting. Dia mungkin lebih memprioritaskan bagaimana membangun hubungan dengan sang istri dalam konteks yang lebih besar dan general, misalnya fokus dalam membangun finansial keluarga. Tapi yang terjadi di antara keduanya sungguh patut dikagumi. Sang istri dalam iklan tersebut sama sekali tidak ditampilkan mengalami kekecewaan yang berarti. Dia justru tampak selalu tenang dan bahagia. Saya mencoba mendalami perasaan sang istri lebih mendalam. Kekecewaan pasti ada di benak sang istri. Namun dia menyikapinya dengan menerima pribadi sang suami yang demikian namun tetap berharap dengan optimis bahwa sang suami akan berubah menjadi pribadi yang dia inginkan. Sang istri nampak tidak pernah complain terhadap sang suami. Di pihak sang suami, dia menyadari bahwa sang istri memiliki harapan pada dirinya tentang permasalahan “kecil” tersebut. Maka, dia mulai berlatih dansa di luar pengetahuan sang istri dan memberikan kejutan pada sang istri pada acara Valentine’s Dance, a romantic one.
Dinamika perasaan yang terjadi dalam hubungan mereka sangatlah mengagumkan. Sifat dan sikap mereka yang dinamis juga merupakan sesuatu yang sangat bagus untuk dijadikan contoh. Sang istri tidak kaku dalam memandang sang suami, sedangkan sang suami juga sangat sadar akan ‘kekurangan’nya. Bagi saya, ini benar2 implementasi dari pertanyaan “Benarkah Kau Mencintaiku Apa Adanya?“ yang sesungguhnya.